Burung Trucukan termasuk burung kicau, nama ilmiahnya (Pycnonotus goiavier) orang inggris menyebutnya (Yellow-vented Bulbul) orang sunda menyebutnya dengan julukan jogjog, cuca, cucak, cerukcuk, sedangkan orang jawa kebanyakan menjulukinya dengan istilah trucukan/cerocokan yang hingga pada saat ini telah menjadi sebutan umum dan sering dipergunakan di kalangan kicau mania di tanah air ini. Secara spesifik :
|
Spesies |
: P. goiavier |
|
Genus |
: Pycnonotus |
|
Kelas |
: Aves |
|
Ordo |
: Passeriformes |
|
Famili |
: Pycnonotidae |
|
Kerajaan |
: Animalia |
|
Filum |
: Chordata |
Ciri-Ciri Trucukan Jantan
- Terdapat kurang lebih 3 helai rambut berwarna hitam di kepala
- Postur tumbuh bongsor, panjang dan tampak tegap.
- Mahkota atau jambul sering kali berdiri tegak terutama di saat berkicau.
- Bulu ekor pejantan lebih panjang ketimbang ekor trucukan betina.
- Pada lingkaran mata berwarna hitam legam, tebal dan tampak bulat.
- Bulu-bulu lembut di sekitar telinga lebih panjang dan mononjol keluar.
- Warna bulu di bagian dada tampak lebih gelap.
- Ciri suara trucukan jantan adalah lagu bervariasi dan bervolume kuat dengan roplean panjang.
- Ukuran badan relatif lebih mungil atau kecil dan pendek.
- Umumnya tidak memiliki rambut hitam seperti pada pejantan.
- Jambul di kepalanya jarang beridiri tegak dan berukuran lebih pendek.
- Ekor nya relatif lebih pendek dari pada bulu ekor pada burung jantan.
- Lingkar mata warna hitamnya cendrung pudar atau kurang pekat.
- Bulu-bulu lembut di area telinga berukuran lebih pendek.
- Bulu-bulu halus yang menutupi dada terlihat agak terang.
- Ciri suara trucukan betina adalah nyanyian cendrung monoton dan putus-putus dengan volume yang tak sekeras pejantan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar